Pengaruh latihan fartlek dan continious run terhadap daya tahan kardiorespirasi (vo2 max)
Keywords:
latihan fartlek, continuous run, daya tahan kardiorespirasi, pencak silatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan Fartlek dan Continuous Run terhadap peningkatan daya tahan kardiorespirasi (VO2 Max) peserta ekstrakurikuler pencak silat di SMP Darul Ikhlas Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretestposttest two groups design. Populasi penelitian adalah 24 peserta ekstrakurikuler, yang seluruhnya dijadikan sampel penelitian (total sampling). Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (uji-t), dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik latihan Fartlek maupun Continuous Run secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan VO2 Max. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai t-hitung (0,693) < ttabel (2,074), yang berarti tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode latihan tersebut. Keduanya terbukti sama-sama efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiorespirasi atlet pencak silat.Downloads
References
Al Bhaikhaqy, D. R., Prayoga, A. S., & Utomo, A. W. B. (2022). Pengaruh Latihan Menggunakan Metode Halangan Dan Target Terhadap Pointing Olahraga Petanque Pada Usia 10-12 Tahun. Jurnal Porkes, 5(1), 146–157.
Arikunto, S. (2020). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2018). Periodization: Theory and Methodology of Training (6th ed.). Human Kinetics.
Bujang. (2023). Pengaruh Latihan Fartlek Terhadap Kapasitas VO2 Max dan Adaptasi Kardiovaskular pada Atlet Bela Diri. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 5(2), 112-120.
Busyairi, & Ray, H. R. D. (2018). Perbandingan Metode Interval Training dan Continuous Run terhadap VO2Max. Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan.
Greene, J. (2015). High-Performance Endurance Training. Human Kinetics.
Harsono. (2015). Kepelatihan Olahraga: Teori dan Metodologi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kamarudin, Sasmarianto, & Rahmalia, W. (2024). Differences in the Effect of Circuit Training and Fartlek Training on Increasing VO2Max of Pencak Silat Athletes. Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science.
Léger, L. A., Mercier, D., Gadoury, C., & Lambert, J. (1988). The multistage 20 metre shuttle run test for aerobic fitness. Journal of Sports Sciences, 6(2), 93-101.
McArdle, W. D., Katch, F. I., & Katch, V. L. (2016). Exercise Physiology: Nutrition, Energy, and Human Performance.
Nugroho, S. (2016). Konsep dasar pencak silat sebagai seni bela diri dan olahraga prestasi. Jurnal Keolahragaan, 4(1), 45-53.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tegar, M. T. S., Afriyuandi, A. R., & Sungkawa, M. G. G. (2025). Pengaruh Latihan Fartlek Terhadap Peningkatan VO2Max Atlet Pencak Silat Benteng Ksatria. Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga.
Zakia, R. S., Pratama, A., & Hidayat, R. (2025). Dampak latihan continuous running terhadap peningkatan VO2max pada atlet futsal. Jurnal Olahraga Dan Prestasi, 6(1), 15-23.